Viral Dimedsos ASN Wonosobo Dituduh Pelakor, Badan Kepegawaian Daerah Angkat Bicara

Oktober 30, 2025

 

Wonosobo jejaklensa.Net media sosial, khususnya platform TikTok, kembali digegerkan oleh sebuah insiden penggerebekan yang terekam kamera dan menjadi viral dalam sekejap.

 

Sebuah klip video berdurasi 1 menit 14 detik, yang pertama kali diunggah oleh akun @Dini Andriani, merekam momen penuh ketegangan. Video itu memperlihatkan seorang istri yang memergoki suaminya tengah duduk bersama wanita lain di sebuah kafe.

 

Video yang diambil di Kafe Temu Kamu Wonosobo itu langsung meledak. Hingga kini, video tersebut telah disaksikan lebih dari 1,6 juta kali dan memicu ribuan komentar warganet yang beragam.

 

Dalam video tersebut, sosok wanita yang dituding sebagai ‘pelakor’ (perebut laki orang) akhirnya teridentifikasi. Ia adalah Anik Nur Hidayati.

 

Isu ini semakin memanas dan liar di media sosial karena narasi yang beredar di dalam video menyebutkan bahwa Anik merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Wonosobo.

 

Bahkan, dalam unggahan tersebut, turut disematkan tagar #bkdwonosobo, yang seolah menuntut adanya tindakan disiplin resmi dari lembaga pemerintah terkait.

 

Keterlibatan isu kepegawaian negara ini akhirnya memaksa Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Wonosobo untuk turun tangan. Pihak BKD segera melakukan penelusuran dan klarifikasi atas informasi yang meresahkan tersebut.

 

Kepala BKD Kabupaten Wonosobo, Iwan Widayanto, akhirnya angkat bicara untuk meluruskan status kepegawaian Anik yang sebenarnya.

 

Secara tegas, Iwan membantah bahwa Anik adalah seorang ASN.

 

“Setelah kami lakukan klarifikasi, ternyata yang bersangkutan itu statusnya bukan ASN. ASN ada PNS dan PPPK, tetapi yang di video itu masih tenaga honorer, salah satu guru SD Kecamatan Leksono, Wonosobo,” jelas Iwan, Selasa (28/10/2025).

 

BKD Wonosobo juga mengonfirmasi telah memanggil dan melakukan klarifikasi terhadap kedua belah pihak yang ada dalam video, yakni Anik Nur Hidayati dan pria bernama Suroto (suami dari pengunggah video).

 

Fakta menarik lainnya terungkap. Iwan Widayanto justru mengonfirmasi bahwa Suroto, pria yang ada dalam video tersebut, yang memiliki status kepegawaian di lingkungan pemkab.

 

“Kami hanya memastikan status kepegawaiannya dan benar yang bersangkutan (Anik) bukan ASN. Hanya saja suaminya (Suroto) memang di salah satu dinas di Wonosobo,” tambah Iwan.

 

Lantas, bagaimana kronologi kejadian yang sebenarnya menurut versi Anik Nur Hidayati?

 

Ditemui secara terpisah, Anik akhirnya buka suara. Ia membeberkan secara rinci apa yang terjadi pada hari Minggu (26/10/2025) nahas itu, yang menurutnya murni kesalahpahaman.

 

Anik menuturkan, saat kejadian, dirinya sedang makan di kafe tersebut bersama putranya.

 

Ia menjelaskan bahwa dirinya baru saja pulang dari sebuah acara pengajian, kemudian menjemput sang anak yang baru selesai berkegiatan di Kota Wonosobo. Mereka memutuskan mampir makan sebelum pulang.

 

Di saat yang bersamaan, Suroto, pria dalam video itu, sedang berada di Wonosobo untuk bertemu dengan seorang temannya.

 

Anik mengaku sudah mengenal Suroto cukup lama, yakni sejak urusan jual beli kendaraan pada tahun 2023. Ia bahkan menyebut telah menganggap Suroto seperti keluarga sendiri.

 

Menurut Anik, Suroto awalnya hanya menghubunginya via telepon untuk menanyakan rekomendasi tempat ngopi di Wonosobo.

 

“Beliau tanya saya, lagi di mana, karena ada temannya mau ngopi. Saya bilang saya lagi makan sama anak di kafe,” tutur Anik

 

Karena kafe tempatnya makan juga menyediakan kopi dan merupakan tempat umum, Anik mempersilakan jika Suroto dan temannya mau menyusul.

 

“Tempatnya umum, jadi saya bilang silakan kalau mau ngopi,” lanjutnya.

 

Tak lama kemudian, Suroto datang ke kafe. Namun, ia datang sendirian karena temannya yang hendak diajak bertemu tiba-tiba berhalangan hadir.

 

Anik menegaskan posisi duduk mereka saat itu. Ia duduk berhadapan dengan putranya.

 

“Saya duduk dengan anak saya, anak saya di depan saya. Sementara Suroto di samping saya, ada jarak, tidak ada sentuhan fisik sama sekali. Kami cuma ngobrol biasa,” jelas Anik.

 

Di tengah obrolan biasa itulah, istri Suroto, Dini Andriani, tiba-tiba datang dan langsung menyalakan kamera ponselnya, merekam, dan melontarkan tuduhan perselingkuhan.

 

Anik mengaku dirinya tidak bereaksi apa-apa dalam video tersebut karena merasa tidak melakukan kesalahan apa pun. Ia juga membantah narasi bahwa dirinya kabur dari lokasi.

 

Akibat kejadian itu, Anik menuturkan bahwa putranya yang masih kecil mengalami ketakutan dan trauma. Sang anak akhirnya pulang terlebih dahulu dari kafe tersebut.

 

Dampak video viral itu, menurut Anik, sangat berat. Bukan hanya dirinya yang menanggung tekanan sosial, tetapi juga kondisi psikologis putranya.

 

Anaknya dikabarkan enggan berangkat sekolah karena merasa malu dan sedih setelah ibunya dituding sebagai pelakor di jagat maya.

 

Setelah video tersebut viral pada malam harinya, suami Anik berinisiatif menghubungi pihak Suroto untuk menyelesaikan masalah ini secara baik-baik.

 

Namun, upaya tersebut tampaknya belum membuahkan hasil. Menurut Anik, pihak istri Suroto disebut belum bisa membendung emosi sehingga belum menemukan titik temu.

 

Anik sangat menyayangkan video itu bisa tersebar luas dan menimbulkan prasangka negatif yang merugikan dirinya dan keluarga.

 

“Penginnya diselesaikan secara kekeluargaan, kalau tidak saya bisa menuntut atas pencemaran nama baik,” tandasnya.

 

Pihak BKD Wonosobo, setelah mendengar klarifikasi dari kedua belah pihak, juga menyampaikan temuan mereka.

 

Menurut BKD, pertemuan di kafe itu “bukan merupakan pertemuan khusus, melainkan kebetulan karena masing-masing pihak memiliki urusan berbeda di lokasi yang sama.”

 

BKD juga menyebut bahwa Anik sebenarnya ingin menyampaikan kebenaran versinya, namun ia takut diserang warganet jika menggunakan akun pribadi. (Sas)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *