TULUNGAGUNG jejaklensa.Net– Dalam semangat peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung yang ke-820, sejumlah komunitas pencinta alam dan disbudpar Tulungagung menggelar aksi konservasi lingkungan yang unik dan bermakna. Sebanyak 820 ekor burung dilepaskan ke alam bebas di kawasan bersejarah Bukit Walikukun, Candi Dadi, pada hari Jumat, 14 November 2025.
Kegiatan pelepasan burung ini merupakan salah satu rangkaian acara yang diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun Kabupaten Tulungagung yang jatuh pada bulan November. Pemilihan angka 820 disesuaikan dengan usia kabupaten, menjadikannya simbol harapan untuk keseimbangan alam dan keberlanjutan lingkungan di masa depan.
Bertempat di puncak Bukit Walikukun, yang menjadi lokasi berdirinya Candi Dadi, puluhan peserta dari berbagai komunitas tampak antusias mengikuti acara ini.
Rombongan peserta memulai perjalanan dari Tangga Seribu, Desa Wajak Kidul, pukul 0630.wib menuju puncak bukit. Acara ini tak hanya diisi dengan pelepasan burung, namun juga melibatkan ritual adat Jawa sebagai bentuk penghormatan dan doa. Sebelum melaksanakan pelepasan burung secara massal, rombongan menggelar upacara selametan di salah satu titik yang disebut Tumpak Eksis. Selametan ini merupakan tradisi Jawa untuk memohon keselamatan, keberkahan, dan kelancaran atas hajat yang dilaksanakan.

“Pelepasan 820 burung ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi komitmen kita bersama untuk menjaga ekosistem di kawasan perbukitan Walikukun yang kaya akan sejarah dan keindahan alam,” ujar salah satu perwakilan komunitas dalam sambutannya.
Aksi ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat luas tentang pentingnya melestarikan satwa liar dan menjaga habitat alami mereka, terutama di wilayah yang memiliki nilai historis seperti Candi Dadi. Burung-burung yang dilepaskan adalah jenis burung lokal yang aman dan sesuai untuk lingkungan tersebut, bertujuan agar mereka dapat berkembang biak dan memperkaya keragaman hayati.

Drs. Johanes Bagus Kuncoro, M.Si., Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tulungagung yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tulungagung. makna di balik jumlah burung yang dilepas. “Pelepasan 820 ekor burung ini kami lakukan sebagai simbolis ulang tahun Tulungagung yang ke-820,” ujarnya. Lebih dari sekadar angka, ia menambahkan bahwa aksi ini mengandung harapan besar untuk masa depan Tulungagung.
“Pelepasan ini sekaligus mengharap kebebasan berkarya untuk seluruh rakyat Tulungagung, baik dari pihak pemerintah maupun rakyat. Mari kita sudahi ‘gegeran’ (pertikaian/perselisihan) di Tulungagung,” tegas Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tersebut.
Pelepasan terakhir dan paling utama dilakukan di puncak Bukit Walikukun, di lokasi Candi Dadi yang merupakan salah satu cagar budaya penting di Tulungagung. Para peserta terlihat antusias melepaskan burung-burung dari kandang kecil, membiarkan mereka terbang bebas di alam.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum persatuan dan ajakan untuk seluruh elemen masyarakat Tulungagung agar menjaga alam, melestarikan budaya, dan bersama-sama membangun daerah dalam semangat keharmonisan dan kebebasan berekspresi.
Candi Dadi sendiri merupakan situs peninggalan masa Majapahit yang berada di ketinggian Pegunungan Walikukun. Sekaligus mahkota bukit wali kukun Lokasinya yang terpencil dan berada di puncak bukit menjadikannya tempat yang ideal untuk aksi konservasi. Kegiatan ini sekaligus mempromosikan Candi Dadi sebagai destinasi wisata edukasi sejarah dan alam.
Para peserta juga berharap, dengan momentum Hari Jadi ke-820, Tulungagung tidak hanya maju dalam pembangunan, tetapi juga semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan dan warisan budayanya. Gus
![]()